TEORI KLASIK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Teori Klasik (Absolut Advantage; Adam Smith)
Setiap negara akan memperoleh manfaat perdagangan internasional karena melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak, serta mengimpor barang jika negara tersebut memiliki ketidakunggulan mutlak.
Analisis :
Di Indonesia
- 1 kg teh dinilai sama dengan 1⁄4 sutra
- 1 m sutra dinilai sama dengan 4 kg teh
Di Cina
- 1 kg teh dinilai sama dengan 2 m sutra
- 1 m sutra dinilai sama dengan 1⁄2 kg teh
Kesimpulan 1:
- Harga 1 kg teh di indonesia lebih murah (hanya 1⁄4 sutra)
dibandingkan di Cina lebih mahal (2 m sutra)
- Harga 1 m sutra di Cina lebih murah (hanya 1⁄2 kg teh)
dibandingkan dengan di Indonesia yang lebih mahal (4 kg teh)
Kesimpulan 2 :
- Indonesia memiliki keunggulan absolut
dalam produksi teh
- Cina memiliki keunggulan absolut
dalam produksi sutra
GAIN FROM TRADE
- Indonesia mendapat keuntungan : 2m –
1⁄4 m = 1 3⁄4 m sutra
- Cina Mendapat keuntungan : 4 kg – 1⁄2 kg
= 3 1⁄2 kg teh
Dengan mengekspor 1 kg teh ke China, Indonesia akan memperoleh 2 m sutera, sedangkan di dalam negeri 1 kg teh ditukarkan dengan sutera hanya mendapatkan 1⁄4 m
Dengan mengekspor 1 m sutera ke Indonesia, China akan memperoleh 4 kg teh, sedangkan di dalam negeri 1 m sutera ditukarkan dengan sutera hanya mendapatkan 1⁄2 kg teh/
KELEMAHAN TEORI ADAM SMITH
Perdagangan internasional akan terjadi dan menguntungkan kedua negara bila masing-masing negara memiliki keunggulan absolut yang berbeda.
Bila hanya satu negara yang memiliki keunggulan absolut, maka tidak akan terjadi perdagangan internasional yang menguntungkan.
TEORI KLASIK (Comparative Advantage; David Ricardo)
1. Cost Comparative Advantage (Labor Efficiency)
Nilai atau harga suatu produk ditentukan oleh jumlah waktu atau jam kerja yang diperlukan untuk memproduksinya. Suatu negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang di mana negara tersebut dapat berproduksi relatif efisien.
2. Production Comparative Advantage (Labor Productivity)
Suatu negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang di mana negara tersebut dapat berproduksi relatif produktif.
Kelemahan Teori Comparative Advantage
- Tidak dapat menjelaskan mengapa terjadi perbedaan harga untuk barang/ produk sejenis walaupun fungsi faktor produksi (produktivitas dan efisiensi) sama di kedua negara
- Teori ini mengatakan perdagangan internasional dapat dapat terjadi karena adanya perbedaan efisiensi dan produktivitas → perbedaan harga antara 2 negara
- Jika pada poin pertama terjadi kesamaan antara 2 negara → tentu tidak ada perdagangan internasional
- Muncul teori model dari HO yang menjelaskan butir 1 terjadi, tetap terdapat perdagangan internasional . Hal ini terjadi karena adanya perbedaan jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki oleh masing-masing negara, sehingga terjadi perbedaan harga barang yang dihasilkan
Teori H-O (The proportional factors theory)
Penyebab terjadinya perdagangan internasional yaitu perbedaaan produktivitas (jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki atau endowment factors oleh masing-masing negara, yang pada akhirnya akan mempengaruhi perbedaan harga barang yang dihasilkan).
Teori Modern Perdagangan H - O = The Proportional Factor Theory
Negara-negara yang memiliki faktor produksi yang relatif banyak dan murah dalam memproduksi suatu barang akan melakukan spesialisasi dan mengekspor barang tersebut, vice versa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar